Konflik di Timur Tengah Pecah, Pembatalan Perjalanan ke Petra Capai 100 Persen

 0  2
Konflik di Timur Tengah Pecah, Pembatalan Perjalanan ke Petra Capai 100 Persen
Ilustrasi situs Al-Khazneh, kuil 'ruang harta' megah yang terletak di kota kuno Petra di Yordania. Foto: Shutterstock
Ilustrasi situs Al-Khazneh, kuil 'ruang harta' megah yang terletak di kota kuno Petra di Yordania. Foto: Shutterstock

Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Iran-Amerika Serikat-Israel membuat aktivitas pariwisata di kota bersejarah Petra, Yordania, mengalami penurunan drastis. Otoritas setempat menyebut seluruh pemesanan wisata untuk bulan Maret 2026, dibatalkan akibat kondisi regional yang mempengaruhi minat perjalanan wisatawan.

Kepala Komisioner Petra Development and Tourism Region Authority, Adnan Al Sawair, mengatakan tingkat pembatalan pemesanan wisata ke Petra pada Maret mencapai 100 persen.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang Al-Khazneh (The Treasury) di Ma'an, Petra, Yordania, Rabu (11/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Wisatawan berfoto dengan latar belakang Al-Khazneh (The Treasury) di Ma'an, Petra, Yordania, Rabu (11/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Ia menjelaskan bahwa situasi kawasan yang tidak kondusif berdampak langsung pada aktivitas pariwisata di kota yang menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Yordania tersebut.

“Sebanyak 60 persen pemesanan untuk April telah dibatalkan, sementara 45 persen pemesanan untuk Mei juga dibatalkan. Angka ini kemungkinan masih akan terus meningkat,” ujarnya, seperti dilansir Ammon News.

Menurut Al Sawair, pariwisata di Petra sebenarnya sempat menunjukkan tren positif pada awal 2026, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang menjanjikan. Namun, kondisi regional membuat jumlah wisatawan turun tajam, bahkan sempat mencapai titik nol pada beberapa periode.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang Al-Khazneh (The Treasury) di Ma'an, Petra, Yordania, Rabu (11/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Wisatawan berfoto dengan latar belakang Al-Khazneh (The Treasury) di Ma'an, Petra, Yordania, Rabu (11/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Petra sendiri merupakan salah satu kota yang paling terdampak, karena sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi utama.

Untuk mengurangi dampak terhadap pekerja di sektor pariwisata, otoritas wilayah Petra mulai mengambil sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali program promosi wisata domestik, seperti Urdunna Jannah, guna mendorong kunjungan wisatawan lokal.

Selain itu, pemerintah setempat juga akan memanfaatkan periode penurunan jumlah wisatawan ini untuk melakukan berbagai proyek pengembangan kota, termasuk kegiatan pembersihan kawasan wisata, serta perbaikan infrastruktur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kami berkomitmen memberikan pelayanan informasi yang cepat dan tepat